Jenis-Jenis Obat Kanker

Pengobatan kanker sangat tergantung pada jenis, lokasi dan tingkat penyebarannya. Kesehatan umum dan preferensi pasien juga menjadi bahan pertimbangan. Tiga jenis obat kanker secara medis adalah pembedahan, radioterapi dan kemoterapi. Pengobatan tersebut ditujukan untuk menghilangkan sel kanker atau menghancurkannya dari tubuh. Biasanya, kombinasi lebih dari satu jenis pengobatan diperlukan.

1. Radioterapi

Pengobatan ini menggunakan jenis energi tertentu (radiasi pengion) untuk membunuh sel kanker atau mengecilkan tumor (benjolan). Radiasi ini akan merusak materi genetik dari sel kanker, sehingga sel tersebut tidak dapat tumbuh atau membelah kembali. Tapi pada beberapa kasus radiasi ini juga bisa menyerang sel-sel yang sehat.

Jenis radiasi yang diberikan tergantung dari kondisi pasien, jenis dan stadium dari sel kanker. Radiasi ini bisa untuk menghancurkan secara total sel kanker, mengecilkan tumor dan mengurangi gejala dari kanker tersebut. Terapi ini bisa dikombinasikan dengan pengobatan lain. Diperkirakan hampir 50 persen pasien kanker bisa menerima pengobatan radiasi ini.

Radioterapi ini bisa digunakan untuk mengobati hampir semua jenis kanker padat seperti kanker otak, payudara, leher rahim, tenggorokan, paru-paru, pankreas, prostat, kulit, tulang punggung, perut, rahim atau jaringan lunak.

Radiasi ini juga bisa digunakan untuk leukimia atau limfoma (kanker yang menyerang sistem limfatik). Dosis dari radiasi ini tergantung dari jenis kanker dan apakah ada organ atau jaringan didekatnya yang bisa rusak oleh radiasi ini.

Teknik radiasi yang dilakukan untuk mencegah sel kanker tumbuh di tempat lain disebut dengan prophylactic radiation therapy, sedangkan jika untuk mengurangi gejala akibat sel kanker yang telah menyebar ke organ lain disebut dengan palliative radiation therapy.

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah salah satu jenis pengobatan kanker yang menggunakan obat untuk menghancurkan sel kanker. Obat ini bekerja untuk menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker. Tapi terkadang pengobatan ini bisa menimbulkan efek samping seperti lelah, mual, muntah, penurunan sel darah, rambut rontok, sariawan, rasa sakit di badan atau bisa juga menyebabkan sel yang sehat tumbuh dengan cepat.

Berapa lama efek samping dari kemoterapi ini dirasakan tergantung dari kesehatan pasien dan jenis kemoterapi yang digunakan. Tapi sebagian besar efek samping akan hilang setelah kemoterapi selesai. Kemoterapi bisa digunakan sebagai satu-satunya pengobatan atau dikombinasikan denga pengobatan lain seperti radioterapi atau pembedahan.

Keuntungan dari kemoterapi ini adalah membantu mengecilkan kanker yang ada sebelum dilakukan operasi atau radiasi, menghancurkan sel kanker yang mungkin masih ada setelah pembedahan atau menghancurkan sel kanker yang datang kembali (recurrent cancer) akibat sel kanker terdahulu telah menyebar ke organ lain.

Pengobatan kemoterapi ini bisa dengan cara disuntik ke otot, melalui pembuluh darah, dioleskan ke kulit atau melalui oral. Setelah dikemoterapi, pasien akan melakukan tes fisik, tes medis (tes darah dan X-ray) dan keadaan dari pasien sendiri untuk mengetahui apakah obat kemoterapi bekerja dengan baik.

3. Operasi atau pembedahan

Pengobatan dengan operasi ini dilakukan untuk memperbaiki atau menghilangkan bagian tubuh yang didagnosis memiliki sel kanker. Pengobatan dengan operasi ini bisa juga dikombinasikan dengan radiasi, kemoterapi atau terapi hormon.

Operasi kanker biasanya dilakukan dengan alasan tertentu seperti untuk pencegahan agar sel kanker tidak menyebar ke organ lain, untuk menentukan apakah pertumbuhan kanker masih jinak atau sudah ganas, untuk menentukan stadium dari kanker tersebut, sebagai pengobatan awal agar sel kanker tidak menyebar dan untuk mengurangi gejala atau efek samping seperti tumor tersebut menekan sel saraf atau menghambat organ lain bekerja.

Pembedahan seringkali digabungkan dengan pengobatan lain seperti kemoterapi dan radioterapi. Kanker yang bisa diobati dengan pembedahan adalah kanker padat, tapi juga tergantung stadium dari kanker itu sendiri.

4. Cryosurgery

Pengobatan ini dengan menggunakan nitrogen cair atau gas argon yang sangat dingin untuk menghancurkan jaringan yang abnormal, bisa digunakan untuk kanker luar atau pun kanker di dalam tubuh.

Untuk yang internal biasanya dokter menggunakan bantuan USG atau MRI untuk memantau alat (cryoprobe) yang dimasukkan dalam tubuh untuk melakukan pembekuan sel, sehingga membatasi kerusakan jaringan yang sehat disekitarnya.

Pengobatan ini bisa digunakan untuk beberapa jenis kanker atau kondisi prakanker, seperti retinoblastoma, kanker tulang, kanker kulit, kondisi pra-kanker leher rahim, kanker payudara, kanker usus dan kanker ginjal.

Efek samping yang dihasilkan tidak seberat kemoterapi, radiasi atau pembedahan. Ini dikarenakan dokter bisa lebih fokus melakukan pengobatan pada daerah tertentu untuk mencegah kerusakan di jaringan yang sehat.