Obat Diabetes Basah

Obat diabetes basah. Banyak sekali gejala diabetes basah yang sering dialami oleh banyak orang, sebenarnya penyakit ini memang dibagi menjadi dua tipe ada tipe satu dan tipe dua tetapi dikalangan masyarakat lebih sering menyebutnya dengan penyakit diabetes kering dan diabetes basah. Penyakit diabetes merupakan penyakit yang disebabkan dari faktor makanan, penyakit ini merupakan jenis penyakit yang berbahaya diseluruh dunia bukan hanya di indonesia saja jadi anda harus selalu berhati-hati jangan sampai anda terkena penyakit yang berbahaya seperti ini dan rajinlah minum obat diabetes.

Jangan pernah anda mengabaikan penyakit ini karena banyak penderita diabetes yang akhirnya meninggal dengan penyakit ini, pola hidup yang tidak sehat dengan mengkomsumsi banyak makanan yang berlemak akan menimbulkan resiko terkena penyakit diabetes. Penyakit gula darah atau diabetes memiliki gejala penyakit gula yang sering sekali muncul dan dapat dikenali karena ciri-cirinya sangat umum.  Sebelum saya memberitahu anda apa saja ciri-ciri penyakit gula saya akan memberitahu anda apa saja yang menjadi penyebab seseorang terkena penyakit ini agar anda senantiasa selalu menjaga diri dan bisa melakukan pencegahan terhadap penyakit ini.

Saya akan memberitahu anda apa saja gejala diabetes basah yang sering dialami, tetapi sebelum itu saya akan menjelaskan tentang penyakit diabetes basah dan diabetes kering pada anda semua agar anda mengetahui perbedaannya.

Penyakit Diabetes Tipe Satu Atau Diabetes Kering

Untuk penyakit diabetes tipe pertama biasanya banyak dialami oleh anak-anak dan remaja, jadi bagi anda yang masih remaja anda harus berhati-hati dengan penyakit ini jangan sampai umur anda yang masih muda terkena penyakit yang berbahaya seperti diabetes.

Penyakit diabetes tipe pertama atau diabetes kering sudah tidak bisa memproduksi insulin didalam tubuhnya sehingga orang yang mengalami diabetes kering biasanya akan disuntik insulin setiap harinya.

Penyakit Diabetes Tipe Kedua Atau Diabetes Basah

Penyakit diabetes basah biasanya banyak dialami oleh orang-orang yang berusia lanjut diatas 40 tahun. Penyakit diabetes tipe kedua tidak perlu disuntik insulin setiap harinya karena untuk diabetes yang kedua masih bisa memproduksi insulin didalan tubuhnya tetapi biasanya utnuk diabetes basah akan mengakibatkan serangan stroke bagi penderitannya.

Beberapa Gejala Diabetes Basah Dan Kering adalah:

  1. Sering Buang Air Kecil

Penderita diabetes biasanya akan mengalami buang air kecil yang terlalu sering terutama pada malam hari, buang air kecil yang terlalu sering bisa juga disebabkan karena penderita diabetes sering merasa dehidrasi jadi secara otomatis penderitanya akan banyak minum.

  1. Sering Merasa Kelelahan

Biasanya orang yang menderita penyakit gula darah atau diabetes tubuhnya lebih lemah dibanding orang yang normal, ciri-ciri penyakit gula yang satu ini paling sering dialami biasaya penderita akan merasa kelelahan jika melakukan berbagai aktivitas fisik.

  1. Mengalami Infeksi Jamur

Seiring berjalannya waktu sistem kekebalan tubuh penderita diabetes akan mengalami penurunan dan daya tahan tubuh yang turun akan membuat dirinya sangat mudah terkena virus lainnya, jadi penderita bisa mengalami infeksi akibat beberapa jamur yang masuk.

Obat Diabetes Basah

Ada beberapa jenis obat (biasanya dalam bentuk tablet) yang dapat digunakan untuk diabetes tipe 2. Anda juga mungkin diberikan kombinasi dari dua jenis obat atau lebih untuk mengendalikan kadar gula darah Anda.

  1. Sulfonilurea untuk meningkatkan produksi insulin dalam pankreas

Sulfonilurea berfungsi meningkatkan produksi insulin dalam pankreas. Penderita diabetes yang tidak dapat meminum metformin atau tidak kelebihan berat badan mungkin akan diberikan obat ini. Jika metformin kurang efektif untuk mengendalikan kadar gula darah Anda, dokter mungkin akan mengombinasikannya dengan sulfonilurea.

Contoh-contoh obat ini adalah glimepiride, glibenclamide, glipizide, gliclazide, dan gliquidone.

Sulfonilurea akan meningkatkan kadar insulin dalam tubuh sehingga dapat mempertinggi risiko hipoglikemia jika ada kesalahan dalam penggunaannya. Obat ini juga memiliki efek samping seperti kenaikan berat badan, mual, muntah, serta diare.

  1. Metformin untuk mengurangi kadar gula darah

Metformin bekerja dengan mengurangi kadar gula yang disalurkan hati ke aliran darah dan membuat tubuh lebih responsif terhadap insulin. Ini obat pertama yang sering dianjurkan bagi penderita diabetes tipe 2.

Berbeda dengan obat-obat lain, metformin tidak menyebabkan kenaikan berat badan. Karena itu obat ini biasanya diberikan untuk penderita yang mengalami kelebihan berat badan.

Tetapi metformin kadang-kadang dapat menyebabkan efek samping yang ringan, misalnya mual dan diare. Dokter juga tidak menganjurkan obat ini untuk penderita diabetes yang mengalami masalah ginjal.

  1. Nateglinide dan repaglinide untuk melepas insulin ke aliran darah

Kedua obat ini akan merangsang pankreas untuk melepaskan lebih banyak insulin ke aliran darah. Fungsi nateglinide dan repaglinide tidak dapat bertahan lama, tapi efektif saat diminum sebelum makan. Meski jarang digunakan, keduanya dianjurkan apabila penderita memiliki jadwal makan pada jam-jam yang tidak biasa.

  1. Pioglitazone sebagai pemicu insulin

Pioglitazone biasanya dikombinasikan dengan metformin, sulfonilurea, atau keduanya. Obat ini akan memicu sel-sel tubuh agar lebih sensitif terhadap insulin, sehingga lebih banyak glukosa yang dipindahkan dari dalam darah.

Obat ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan pembengkakan pada pergelangan kaki. Anda tidak dianjurkan untuk meminum pioglitazone jika pernah mengalami gagal jantung atau berisiko mengalami patah tulang.

  1. Penghambat SGLT-2 yang berdampak pada urine

Penghambat SGLT-2 akan meningkatkan kadar gula yang dikeluarkan melalui urine. Namun, obat ini meningkatkan risiko infeksi pada saluran kemih dan kelamin bagi pengidap diabetes.

Obat ini dianjurkan apabila metformin dan DPP-4 tidak cocok digunakan oleh pengidap. Contoh penghambat SGLT-2 meliputi dapagliflozin, canagliflozin, dan empagliflozin.