Obat Penyakit Lupus

Obat Penyakit Lupus. Lupus adalah suatu masalah peradangan atau imflamasi yang menyerang dapat menyerang setiap bagian tubuh, dari mulai kulit, sendi, sel darah, paru-paru, jantung dan organ tubuh lainnya. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit obat lupus ini sangat sulit untuk dibedakan karena mirip dengan penyakit kulit pada umumnya yaitu berupa ruam pada kulit serta bercak-bercak dibeberapa bagian tubuh seperti: wajah dan lengan.

Tidak hanya itu saja, ada juga beberapa gejala lainnya yang umum terjadi pada penderita penyakit lupus, diantaranya:

– Mudah cape / lelah

– Nyeri pada persendian

– Sulit bernapas atau sesak napas

– Dada terasa sakit ketika bernapas

– Ruam dikulit terutama pada bagian wajah yang berbentuk kupu-kupu

– Kerusakan pada beberapa organ tubuh seperti ginjal, jantung dan paru-paru

Gejala-gejala diatas hanyalah gejala umum yang biasa terjadi pada penderita penyakit lupus. Namun tidak semua penderita penyakit lupus menderita hal yang sama, ada juga beberapa penderita lupus lainnya yang memiliki gejala berbeda.

Anda pastinya tahu bahwa sistem kekebalan tubuh memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan manusia yaitu sebagai antibodi yang melindungi tubuh dari sumber infeksi seperti bakteri dan bakteri. Akan tetapi, sistem kekebalan tubuh pada penderita penyakit lupus sebaliknya, malah menyerang jaringan sel-sel dan organ tubuh yang sehat.

Belum diketahui secara pasti penyebab dari kejadian tersebut. Namun para dokter ahli menduga bahwa ada beberapa faktor genetik yang dapat mempertinggi resiko seseorang terkena penyakit lupus. Faktor lingkungan juga menjadi penyebab lain seseorang menderita penyakit ini.

Berikut ini adalah obat penyakit lupus yang biasa digunakan:

  1. Hydroxychloroquine

Selain pernah digunakan untuk menangani malaria, obat ini juga efektif untuk mengobati beberapa gejala utama SLE. Di antaranya:

– Nyeri sendi dan otot

– Kelelahan

– Ruam pada kulit

Obat ini juga memiliki efek samping lain yang lebih serius, tetapi sangat jarang terjadi. Contohnya, diperkirakan terdapat risiko 1:2000 di antara penderita SLE yang mengonsumsi obat ini yang mungkin mengalami kerusakan mata. Karena sangat jarang, pemeriksaan mata secara umum tidak diharuskan untuk semua penderita lupus yang mengonsumsi obat ini. Segera konsultasikanlah kepada dokter jika Anda mengalami gangguan penglihatan selama mengonsumsi hydroxychloroquine.

  1. Kortikosteroid

Kortikosteroid dapat mengurangi inflamasi dengan cepat dan efektif. Obat ini biasanya diberikan oleh dokter jika penderita SLE mengalami gejala atau serangan yang parah. Untuk mengendalikan gejala serta serangan, tahap awal pemberian obat ini mungkin akan berdosis tinggi. Lalu dosisnya diturunkan secara bertahap seiring kondisi penderita yang membaik.

Pengobatan lupus SLE, Kortikosteroid selalu diberikan dengan dosis terendah yang efektif. Dosis tinggi serta konsumsi jangka panjang obat ini dapat menyebabkan efek samping yang meliputi penipisan tulang, penipisan kulit, bertambahnya berat badan, dan peningkatan tekanan darah tinggi.

  1. Obat Imunosupresan

Pengobatan lupus SLE dengan obat imunosupresan. Cara kerja obat ini adalah dengan menekan kinerja sistem kekebalan tubuh. Ada beberapa jenis imunosupresan yang biasanya diberikan dengan resep dokter, yaitu azathioprine, mycophenolate mofetil, dan cyclophosphamide.

Imunosupresan akan meringankan gejala SLE dengan membatasi kerusakan pada bagian-bagian tubuh yang sehat akibat serangan sistem kekebalan tubuh. Obat ini juga terkadang diberikan bersamaan dengan kortikosteroid.

Jika dikombinasikan, keduanya dapat meringankan gejala SLE dengan lebih efektif. Penggunaan imunosupresan juga kemungkinan dapat mengurangi dosis kortikosteroid yang dibutuhkan penderita.