Obat Untuk Mengobati Penyakit Lupus

Obat Untuk Mengobati Penyakit Lupus. Lupus merupakan kondisi autoimun dimana akan terjadi inflamasi kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru sehingga mulai menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Inflamasi akibat lupus dapat menyerang berbagai bagian tubuh, seperti kulit, sendi, sel darah, paru-paru, dan jantung. Penyebab kondisi autoimun pada lupus belum diketahui. Ada yang beranggapan bahwa pemicu dan penyebab munculnya penyakit lupus pada beberapa orang karena pengaruh faktor genetik dan lingkungan. Penyakit ini kebanyakan menyerang wanita pada usia 15-50 tahun (usia produktif) daripada pria dengan perbandingan 9:1. Dan obat lupus juga dapat menyerang anak-anak.

Penyakit lupus terbagi dalam beberapa tipe, yaitu:

– Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE).

– Lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE).

– Lupus akibat penggunaan obat-obatan.

Gejala lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE) kerap mirip dengan penyakit lain yang sangat umum sehingga sulit untuk didiagnosis. Selain itu, gejala yang dialami tiap penderita juga berbeda dan terkadang tidak konsisten. Ada penderita yang mungkin hanya merasakan gejala ringan untuk beberapa waktu atau tiba-tiba bertambah parah pada saat-saat tertentu.

Beberapa yang digunakan untuk mendiagnosis lupus, diantaranya:

– Tes Darah. Ada beberapa jenis tes darah yang biasanya dianjurkan, kombinasi dari beberapa hasil tes tersebutlah yang dapat membantu mengonfirmasi diagnosis SLE.

– Tes antibodi anti-nuklir (anti-nuclear antibody/ANA). Tujuannya untuk memeriksa keberadaan sel antibodi anti-nuklir dalam darah. Jenis antibodi ini merupakan ciri utama SLE. Sekitar 95% penderita SLE memiliki antibodi ini. Tetapi hasil yang positif tidak selalu berarti mengidap SLE, jadi tes antibodi anti-nuklir tidak bisa dijadikan patokan untuk penyakit ini.

– Tes antibodi anti-DNA. Adanya antibodi anti-DNA dalam darah akan meningkatkan risiko Anda terkena SLE. Jumlah antibodi anti-DNA akan meningkat saat SLE bertambah aktif. Tetapi orang-orang yang tidak menderita SLE juga dapat memiliki antibodi ini.

– Tes komplemen C3 dan C4. Komplemen adalah senyawa dalam darah yang membentuk sebagian sistem kekebalan tubuh. Level komplemen dalam darah akan menurun seiring aktifnya SLE.

Pemeriksaan lain yang mungkin dibutuhkan untuk mengecek dampak SLE pada organ dalam seperti rontgen, USG, dan CT scan.

Untuk mengobati penyakit lupus ini silahkan simak yang berikut ini:

  1. Obat Anti Inflamasi Nonsteroid

Pengobatan lupus SLE dengan obat anti inflamasi nonsteroid. Nyeri sendi atau otot merupakan salah satu gejala utama SLE. Dokter mungkin akan memberi obat anti inflamasi nonsteroid untuk mengurangi gejala ini.

Obat anti inflamasi nonsteroid adalah pereda sakit yang dapat mengurangi inflamasi yang terjadi pada tubuh. Jenis obat yang umumnya diberikan dokter pada penderita SLE meliputi ibuprofen, naproxen, diclofenac, dan piroxicam.

Pengobatan lupus SLE, Jenis obat ini (terutama, ibuprofen) sudah dijual bebas dan dapat mengobati nyeri sendi atau otot yang ringan. Tetapi Anda membutuhkan obat dengan resep dokter jika mengalami nyeri sendi atau otot yang lebih parah.

Penderita SLE juga sebaiknya waspada karena obat ini tidak cocok jika mereka sedang atau pernah mengalami gangguan lambung, ginjal, atau hati. Obat ini juga mungkin tidak cocok untuk penderita asma.

  1. Hydroxychloroquine. Diberikan untuk mengurangi beberapa gejala SLE seperti nyeri sendi dan otot, kelelahan, dan ruam kulit. Efek samping penggunaan obat jenis ini adalah gangguan pencernaan, diare, sakit kepala, dan ruam pada kulit.

Efek samping yang lebih serius, tapi jarang terjadi, salah satunya diperkirakan terdapat risiko 1:2000 di antara penderita SLE yang mengonsumsi jenis obat ini yang mungkin mengalami kerusakan mata.

  1. Obat Imunosupresan

Pengobatan lupus SLE dengan obat imunosupresan. Cara kerja obat ini adalah dengan menekan kinerja sistem kekebalan tubuh. Ada beberapa jenis imunosupresan yang biasanya diberikan dengan resep dokter, yaitu azathioprine, mycophenolate mofetil, dan cyclophosphamide.

Imunosupresan akan meringankan gejala SLE dengan membatasi kerusakan pada bagian-bagian tubuh yang sehat akibat serangan sistem kekebalan tubuh. Obat ini juga terkadang diberikan bersamaan dengan kortikosteroid.

Jika dikombinasikan, keduanya dapat meringankan gejala SLE dengan lebih efektif. Penggunaan imunosupresan juga kemungkinan dapat mengurangi dosis kortikosteroid yang dibutuhkan penderita.